#AprilProduktifDay2- Peka Dikit Dong!

Kata Fatma, temanku, “Adakalanya kepekaan itu harus diasah.”
Aku sepakat.
Apalagi di tengah pandemi covid-19 seperti sekarang ini.
Aku tidak akan menjelaskan sedahsyat apa virus kecil ini mampu meluluh-lantahkan kesombongan manusia. Kalau kamu searching di google, kamu akan menemukan banyak referensi di sana.
Lalu apa hubungannya mengasah kepekaan dengan covid-19?
Aku juga bingung bagaimana menjelaskannya. Hehe
Yang pasti, tak usah kita sibuk mengoreksi orang lain, cukup tanyakan pada diri sendiri.
Ada di posisi mana aku saat ini disaat manusia menampakkan wajah aslinya?
Apakah aku termasuk golongan orang-orang yang miskin empati?
Memanfaatkan pandemi demi keuntungan pribadi, memuaskan ego sendiri.
Tapi…
Masih ada golongan lain yang semoga aku dan kamu termasuk di dalamnya.
Golongan mereka orang-orang yang peka akan setiap hikmah.
Tak seluruh bagian pandemi ini semata-mata keburukan kok. eheheh...
Siapa tau ini salah satu jawaban atas doa-doamu di masa lalu.
Misalnya saja doamu yang ingin banyak menghabiskan waktu bersama ibu dan bapak di rumah.
Doamu yang ingin mengabdikan diri setelah bertahun-tahun tinggal berjauhan, yang terkadang dilalaikan berdalih kesibukan.
Siapa tau berkat Work From Home n’ Stay At Home, kamu dijauhkan dari orang-orang yang mungkin saja melukaimu, membawamu dalam keadaan yang bisa saja lebih mempritahinkan.
Ah, tapi kan gara-gara pandemi covid-19 banyak yang harus dikorbankan?
Matkul Metopen gimana? Praktikum Statistik? Riset? Proker Woy!!
Tak apa. Dipikir nanti, ya….
Asal setelah ini aku jadi peka.

Lampung, 2020.

Komentar

  1. Asal setelah ini aku jadi peka, juga. Iya, nanti aku peka hehe

    BalasHapus
  2. kalo aku nge-chatt laper, masih peka gk? :D

    BalasHapus
  3. Iya sih bener banget, bisa jadi waktu-waktu luang ini adalah jawaban dari doa kita yg sibuknya minta ampun dan pengen punya waktu luang.

    Ah, kadang manusia lupa sama doanya yg lalu. :(

    BalasHapus
  4. banyak juga ya tumpukan tugasnya hihi, semoga dimudahkan~ :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. pura-pura aja biar gk dikira rebahan doang. cimiww

      Hapus
  5. Semoga setelah membaca tulisan ini, saya jadi lebih peka terhadap sesuatu yang selayaknya harus peka. Terimakasih atas tulisannya Mbak Beti....

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer